Hari ini aku menua,
Bersyukur masih bisa membuka mata.
Kucoba menyingkap jendela waktu,
Melihat diri di masa lalu.

Teringat pada teman yang pernah ada.
Kini entah ada di mana.
Mungkin disibukkan oleh kerja dan cerita,
Atau karena hidup telah menuntun mereka pada keluarga.

Semakin tua, aku semakin menyadari.
Teman adalah mereka yang tak pernah pergi.
Karena teman sesungguhnya harus saling mengerti.
Meski jarak dan waktu mencoba membatasi.

Dulu ku berlari, mengejar bayangan.
Aku pikir ini tentang bertahan.
Tapi aku selalu dikecewakan.
Hingga kutemukan keberanian untuk melepaskan.

Di perjalanan panjang itu.
Aku hanya ditemani sunyi yang membisu.
Masa depan terasa kelabu,
Harapan pun enggan menemu.

Suatu waktu yang tak terduga,
Pertemuan yang awalnya tak disangka.
Obrolan ringan mengalir deras.
Hingga rasa hadir tanpa batas.

Aku sekarang berjalan tak lagi sendiri.
Bersama yang ingin menemani.
Meski tidak bertemu di awal cerita.
Semoga kita bisa berjalan sampai akhir bersama.


 - Jember, 15 Agustus 2025
 - Awan
Aku tak tahu masa depan seperti apa.
Akupun tak mengerti harus bagaimana.
Namun, kucoba melangkah perlahan.
Mencari makna dalam setiap perjalanan.

Ketidakjelasan masa depan.
Membunuh semua harapan.
Mematikan sebuah ketenangan.
Menumbuhkan banyak kekacauan.

Aku di sini merenungi.
Bahwa akan ada masa aku akan mati.
Sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini.
Jejak apa yang akan aku tinggali.

Di penghujung malam ini, aku ingin menuliskan sebuah pesan.
Selalulah tanamkan dalam pikiran.
Jika kau punya rencana, jangan tunda.
Mulailah hari ini, segera bertindak nyata.

Karna tak ada kata terlambat untuk memulai.
Kecuali kematian yang mengakhiri.
Lakukanlah segera, jangan sampai tinggal angan.
Dan hanya meninggalkan sebuah penyesalan.

Selagi kita masih disini.
Maka jalani dengan benar hidup ini.


- Bandung, 15 Agustus 2024
- Awan
1. Zakat Profesi
2. Golput Haram
3. Takdir
Rasa-rasanya dunia membenciku
Orangtua, sodara, teman, tetangga maupun orang lain seperti menyerangku
September 2023, seperti awal aku diserang
Aku tak tau apa yang salah
Mungkin ini karna dosa ku sudah terlalu banyak
Mungkin aku sedang dihukumi

Dijauhi semua orang
Ya sudahlah
Mati bukan pilihan
Berjuang dan meninggalkan semua nya tanpa luka

Selamat tinggal hati, aku tak peduli lagi akan perasaan orang lain terhadapku
Aku beribu duri dihujani, tak seorangpun yang peduli
Aku harus menjadi lebih baik lagi 

Tasikmalaya
08 Oktober 2023

Semakin dewasa.
Semakin sadar akan realita.
Aku sadar bahwa aku bukan siapa-siapa.
Tak punya tampang, apalagi harta.

Begitulah zaman sekarang.
Kita harus Good looking.
Apalagi kalau Good rekening.
Semua manusia akan memandang kita penting.

Meski hari ini akan berlalu usia muda.
Aku tak mau cepat untuk menua.
Meski semua sudah berbeda.
Aku tetaplah manusia biasa.

Didunia yang semua serba cepat.
Dan teknologi berkembang pesat.
Mudah sekali orang untuk maksiat.
Tapi jangan pernah lupa untuk taubat.

Bersabarlah.
Meski sudah lelah.
Zaman sudah parah.
Masih ada Tuhan untuk pasrah.


- Tasikmalaya, 15 Agustus 2023
- Awan

 Ketika manusia mendahulukan akal ketimbang kehendak yang maha kuasa.


Janganlah menjadi sombong atas apa yang di ketahui, sesungguhnya logika manusia seperti setetes air di lautan dibandingkan Ilmu Allah yang maha luas , bahkan lautan itu terlalu kecil untuk diumpamakan karena Ilmunya lebih luas lagi dari itu.

Setiap hal di dunia ini Allah berkehendak dalam mengaturnya tak ada yang luput dari kekuasaannya. Seperti fenomena alam yang sering terjadi, Allah berkuasa untuk menurunkan bencana pada suatu negri.
Ya menurut ilmu sains mungkin hal itu terjadi seperti tanpa campur tangan Tuhan.

Ilmuan muslim zaman dulu mengedepankan Iman dibandingkan akal, mereka meyakini bahwa semuanya kehendak yang diatas , dan dibuktikan dengan ilmu sains supaya mereka tambah beriman. Bukan ribut berdebat, saling menyalahkan dan menjauh dari Tuhan yang menciptakan mereka.

- Unlocation, 8 Januari 2019
- Awan
Ada logika-logika bengkok, yang seolah itu benar padahal itu merusak.

Tuhan menciptakan manusia (Laki-laki dan Perempuan) bukan untuk disamaratakan hak-kewajiban nya karena konsep adil bukan sama rata tetapi adil itu proporsional atau menempatkan sesuatu pada tempatnya.

10 januari 2019