Kau pun pergi begitu cepat.
Tanpa pamit kau menghilang.
Padahal aku butuh penjelasan.
Keegoisanmu membuatku kecewa.
Tapi aku sadar, mungkin aku layak dipermalukan.
Kalau tau akhirnya seperti ini.
Aku mungkin tak akan pernah menerima kehadiranmu.
Kecewa, ya sudah barang tentu.
Orangtuaku sudah begitu menerimamu.
Padahal akupun dari awal berusahaan menerima sosok yang asing.
Ternyata kau mempermainkan.
Mungkin kata-kata ini menyakitkan.
Tapi lebih sakit lagi melihat orangtua menangis karna sudah dipermalukan.
Aku tak dendam.
Hanya saja aku belajar.
Untuk tak lagi percaya.
- Awan
- Tasikmalaya, 30 Juni 2022
0 komentar:
Posting Komentar