Berita - Tak lagi menyuguhkan fakta yang penting banyak yang baca

by 00.16 0 komentar

Kualitas berita di Indonesia sangatlah buruk, bisa dilihat isi beritanya kebanyakan tidak pentingnya. Meskipun ada beberapa berita yang penting juga tetapi sekarang kualitas berita bukanlah hal yang penting. Yang penting viral, yang penting banyak yang baca, kualitas berita no 2.

Misalnya saja berita tetang kehidupan artis, sangat diblowup sekali, sampe hal yang remeh temehpun dibahas, seolah sudah kehabisan berita padahal berita lainnya lebih bermanfaat tapi jarang diulik lebih dalam.

Dan yang paling saya tidak sukai adalah berita-berita yang berlebihan padahal faktanya biasa saja contohnya tentang berita nilai rupiah. Diberitakan sangan masif sekali, seolah berita itu pesanan seseorang. Optimis sih boleh saja tapi tak berlebihan, ketika nilai tukar rupiah anjlok jatuh, sedikit yang diberitakan dan kontennya seolah wajar rupiah turun tapi ketika nilai rupiah menguat sangat-sangat berlebihan media sampe lupa membahasnya, padahal penguatannya hanya beberapa ratus rupiah sedangkan anjloknya ribuan rupiah, ketika nilainya menguat tidak sebanding dengan penurunannya. Aneh bin ajaib.

Beda halnya dengan rupiah, berita tentang emas diperlakukan sebaliknya. Ketika harga emas menguat sangat dianak tirikan dan konten isi beritanya tidak begitu masif tetapi ketika harga emas anjlok dikit dibesar-besarkan emas turun dan lain-lain kalau diibaratkan emas naik 10.000 semua media bungkam ketika harga emas turun cuma 1000 diblowup tinggi dan dibandingkan dengan penguatan rupiah.

Optimis dalam berita boleh tapi tak boleh berlebih-lebihan karna mengaburkan fakta yang ada. Jika kita lihat sejarah sudah jelas dari tahun ke tahun emas itu tak akan turun dan menguat terus belum ada ceritanya dari harga 1 juta/gram jadi 100ribu/gram. Beda sama rupiah sudah jelas dulu rupiah 500rp/1 dollar sekang 14.000rp/1 dollar.

Awan

Developer

Aku hanyalah sebuah awan, dimana langit berada diatasku dan bumi berada dibawahku.

0 komentar:

Posting Komentar